Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com
– Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengaku kecewa karena tidak adanya kejelasan atas penanganan putusnya
Jalan Nasional KM 171 Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu,
sebagai penghubung dengan provinsi tetangga Kalimantan Timur (Kaltim).
Dia menegaskan sebagai wakil rakyat akan terus berjuang dan tidak akan mundur menyuarakan kondisi jalan tersebut, “Bahkan rekan-rekan sejawat di rumah Banjar di Komisi III juga melakukan hal yang sama karena ini demi kepentingan hajat hidup orang banyak sebagai perlintasan transportasi darat,” ujarnya
kepada wartaberitaindonesia.com, Rabu (11/10).
“Berkali-kali kita sampaikan ke Pemerintah Pusat khsusunya Kementerian ESDM tapi seakan-akan diabaikan tanpa ada upaya serius,” ungkapnya lagi.
Perlu diketahui tambahnya, pihaknya tidak mengenal lelah dan jenuh memperjuangkan rehabilitasi jalan Satui KM 171 Tanah Bumbu ini, jika memang Pemerintah Pusat dinilai tidak mampu dengan alasan regulasi, bisa dengan sebuah kebijakan karena ini sangat urgensi atau diberikan kewenangan Pemda agar bisa mencarikan solusinya atau jika memungkinkan untuk sharing anggaran, sebab beberapa kali aksi demo hingga audiensi baik dari LSM dan masyarakat tanpa hasil solusi.
“Kami hanya ingin kerusakan jalan KM 171 Satui mendapatkan perhatian agar segera ditangani itu saja, jangan melihat ini salah siapa,” harap pria yang karib disapa Paman Yani ini.
Lanjutnya, jika pihak Kementerian ESDM dan Pemerintah Pusat berdalih rusaknya jalan itu disebabkan pertambangan oleh perusahaan maka silahkan berurusan dan mengkomunikasikannya langsung, jangan sampai lepas tangan sebab segala bentuk perizinan juga ada di tingkat pusat terlebih status jalan itu milik nasional.
“Kami wajar menuntut perbaikan jalan KM 171 Satui ini, karena banyak masyarakat merasakan dampaknya,” tukasnya.






