Banjar,
wartaberitaindonesia.com – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, HM Isra Ismail bergerak cepat memfasilitasi warga Desa Handil Manarap Baru, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Hal ini dilakukan sebagai respon cepat ketika dialog antara petugas kesehatan, dr Ita mengungkapkan bahaya dan resiko debu maupun bahan kimia yang bisa masuk ke saluran pernafasan manusia.
Apabila dibiarkan dalam jangka waktu panjang bisa menyebabkan penyakit kronis.
“Ini respon cepat setelah mendapat pertanyaan dari masyarakat saat edukasi penyebar luasan Perda kesehatan,” kata Isra kepada wartaberitaindonesia.com
di sela sosialisasi Peraturan daerah (Perda)
Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kesehatan, Kamis (8/12).
Ia menambahkan, memang pengaruh debu yang dihasilkan dari penggilingan padi ini apakah bisa berpengaruh terhadap kesehatan setiap orang yang bekerja, kemudian dokter Ita mengaku tertarik untuk melihat langsung kondisi pabrik di Handil Barabai lokasinya tidak jauh dari kegiatan sosialisasi tersebut dan akhirnya seluruh karyawan pabrik diperiksa paru-paru mereka menggunakan alat khusus.
Kemudian keinginan warga untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka membuktikan bahwa mereka ingin memahami dan sadar pentingnya kesehatan setelah mengikuti sosialisasi Perda tersebut.
Dari penelitian debu berukuran kecil itu dapat masuk ke saluran pernafasan, jika menumpuk bertahun-tahun, maka berakibat perubahan fungsi paru.
“Dokter Ita ingin mau meneliti dan memastikan, kami bawa langsung ke pabrik penggilingan padi dan memeriksa kesehatan pemilik dan karyawan pabrik,” ujar politisi Golkar ini.
Sementara itu dr Ita menyarankan kepada warga agar memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat setiap enam bulan sekali sehingga bila ada gejala penyakit dapat diantisipasi sejak dini.
Senada dengan pemilik pabrik penggilingan padi, Jumran berterimakasih atas pertemuan edukasi kepada masyarakat khususnya kepada karyawan pabrik, memang rasa khawatir itu ada meski tidak disertai keluhan dan dari pemeriksaan tadi dirinya bersyukur belum ada indikasi memiliki penyakit paru.
“Alhamdulillah kami diberikan kesempatan, kami dinyatakan sehat dan tidak ada gangguan paru karena setiap aktivitas selalu menggunakan masker,” tukasnya.






