Palangka Raya, wartaberitaindonesia.com
– Salah satu penyebab banjir di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) sulit dikendalikan karena belum optimalnya fungsi drainase dalam mengalirkan debit air hujan yang menyebabkan terjadinya luapan air yang merembes keluar.
Hal itu diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Kalsel, H. Hormansyah kepada
wartaberitaindonesia.com di sela kegiatan studi komparasi ke Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Kamis, (1/12)
Kondisi tersebut terangnya diperparah dengan semakin mengecilnya resapan air seiring perkembangan wilayah sehingga potensi banjir selalu menghantui sejumlah daerah terutama yang menjadi langganan ketika masuk musim hujan.
“Perlu renovasi sistem drainase yang ada saat ini dengan menyesuaikan pembangunan dan perkembangan disetiap daerah,” ujarnya.
Sementara Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalsel lainnya, Fahrin Nizar berharap untuk mengatasi banjir tersebut memang diperlukan perbaikan sistem drainase yang ada.
“Seperti pengerukan aliran drainase yang dangkal hingga pelebaran ukuran drainase terutama ukuran saluran pembuangan air primer mengarah ke sungai, jangan sampai kecil ukurannya termasuk pemeliharaan dari pedangkalannya akibat sampah maupun lumpur yang mengendap,” jelasnya.
Kemudian Kabag Persidangan Setwan Kalteng, Suasa Tinur Basa Pasaribu menyebut Raperda pengelolaan sistem drainase perkotaan di Kota Palangka Raya diprakarsai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat, yakni meningkatkan perbaikan tata kelola drainase.
“Kita akui kurang optimalnya
drainase ini dikarenakan segi perencanaan, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan, pemantauan dan evaluasi terhadap sistem drainase.” tuturnya.






