Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Komisi III DPRD Kota Banjarmasin meminta Pemerintah Kota Banjarmasin dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membuat terobosan dan berinovasi dalam penanganan sampah
sehingga lebih efektif.
“DLH harus berinovasi dalam penanganan sampah agar persoalan ini tidak terus menjadi keluhan warga kota kita,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Afrizaldi kepada wartawan, Kamis (5/01).
Dia mengharapkan dengan inovasi itu tingkat produksi sampah mulai tingkat rumah tangga, tempat pembuangan sementara (TPS), hingga ke tempat pembuangan akhir (TPA), dapat dikurangi.
“Secara aturan sudah jelas ada berbagai Perda yang tujuannya membantu pemerintah dalam menanggulangi persoalan sampah,” ungkapnya.
Seperti Perda tentang waktu dan tempat membuang sampah atau larangan membuang sampah pada siang hari, sampai pada Perda tentang larangan penggunaan kantong plastik di ritel modern.
“Harusnya aturan tersebut ditegakkan kembali,” pintanya.
Tetapi lanjutnya, aturan tersebut tentu tidak bisa berjalan maksimal dan memberikan dampak positif pada penurunan produksi sampah bila tidak diawali dengan kesadaran penuh seluruh pihak.
“Karena itu, kita perlu memberikan contoh untuk merubah perilaku masyarakat, seperti meminimalisir penggunaan atau produksi sampah kertas di tingkat instansi pemerintah,” sarannya.
Tentu upaya ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan digitalisasi agar masyarakat dapat melihat langsung upaya itu yerutama dalam memekan produksi sampah plastik.
“Sebab melihat kondisi saat ini, belum banyak instansi yang memanfaatkan teknologi digital ini. Seharusnya pemerintah dapat memberikan contoh, agar masyarakat dan pihak terkait lainnya dapat mencontoh itu,” yakinnya.
Tujuan akhir yang ingin dicapai tegas Afrizaldi, tentu penurunan tingkat produksi sampah dimulai dari tingkat produksi pertama, yakni rumah tangga, instansi dan industri.
“Jika hanya dengan aturan dan minimnya kemampuan petugas lapangan, armada, peralatan hingga daya tampung TPA, maka persoalan ini rasanya akan terus terjadi, bahkan dapat makin meningkat,” pungkasnya.
Sementara, Data DLH Kota Banjarmasin menyebutkan, tingkat produksi sampah saat ini sudah mencapai sekitar 700 ton perhari, terbanyak dari rumah tangga.
Karena itu, DLH terus berupaya untuk menangani sampah dengan memanfaatkan petugas dan armada yang ada. Agar persoalan sampah khususnya di tingkat TPS, tidak menjadi keluhan masyarakat.






