Yogyakarta, wartaberitaindonesia.com – Panitia khusus (Pansus) II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan studi komparasi ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (26/04).
Pimpinan Pansus II LKPj Kepala Daerah Tahun Anggara (TA) 2023, HM. Iqbal Yudiannoor mengaku studi komparasi ini tujuannya bertukar pikiran untuk menambah pengayaan penyampaian usulan rekomendasi LKPj ke depan dengan harapan pengaruh signifikan bisa dirasakan secara positif di sektor ekonomi dan keuangan daerah.
Namun secara khusus DIY memiliki masalah yang sama dengan Kalsel seperti persoalan aset tata kelola keuangan.
“Kita harus bisa mengantisipasi resiko defisit keuangan,” kata Iqbal usai studi komparasi
Ia menambahkan menggali informasi terkait kebijakan ekonomi yang dinilai sangat substansial diantaranya start-up dan teknologi, pusat ekonomi baru, pemanfaatan tata ruang, meningkatkan daya saing produk unggulan lingkungan hidup.
Kepala Sub Bidang Akuntansi Pertanggungkawaban Pemerintah BPKA DIY Dhoni Indra Perdana menuturkan kebijakan ekonomi daerah yang baik memberikan dampak positif terhadap kemajuan ekonomi suatu daerah, sehingga penting bagi pemerintah daerah untuk merancang dan menerapkan kebijakan ekonomi sesuai dengan kebutuhan serta potensi daerah.
“Semua itu berkorelasi terhadap kesejahteraan rakyat,” tutupnya.






