Solidaritas Mahasiswa NTB Kalsel Gelar Unjuk Rasa: Tutup PT AMNT

UNJUK RASA - Aksi unjuk rasa Solidaritas Mahasiswa NTB di kawasan Gerbang Universitas Lampung Mangkurat (ULM), Senin (26/12) siang yang meminta Pemerintah menutup PT AMNT. (ist)

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com– Puluhan mahasiswa Kalimantan Selatan (Kalsel) yang mengatasnamakan Solidaritas Mahasiswa NTB menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Gerbang Universitas Lampung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Senin (26/12/2022) siang.

Aksi unjuk rasa mahasiswa Kalsel itu membentangkan sepanduk yang isinya berbagai kecamanan terhadap PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Bacaan Lainnya

Mereka meminta Pemerintah menutup perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan tersebut dan manajemen perusahaan diperiksa atas dugaan kejahatan kemanusiaan.

Salah satu, Koordinator Lapangan Aksi, Septian Agustian Sukma, aksi unjuk rasa digelar sebagai bentuk dukungan terhadap aksi mogok makan yang dilakukan para pemuda dan mahasiswa Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Jakarta.

”PT AMNT sebagai perusahaan tambang terbesar kedua di Indonesia setelah Freeport, harusnya menjadi aset bangsa yang ikut andil dalam kesejahteraan masarakat, khsusunya warga lokal di NTB,” ujar Septian, kepada wartawan.

PT AMNT dituding malah hanya menyulitkan para nelayan lokal untuk mencari ikan dengan membuang limbah mercuri sebanyak 14 ton perhari ke laut di NTB.

Selain itu, katanya, dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp120 Miliar juga tidak jelas kemana arahnya.

“Yang paling krusial adalah persoalan pembatasan hak untuk berserikat yang telah melanggar UUD 1945 serta upah dan jam kerja yang tidak sesuai hingga mengakibatkan korban jiwa yang artinya SOP keselamatan kerja atau K3 tidak diterapkan dengan baik oleh PT AMNT,” terangnya.

Namun, saat ini 17 pemuda dan mahasiswa NTB tengah melakukan aksi mogok makan di Kantor Komnas HAM RI di Jakarta dan dua orang diantaranya harus dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya memburuk.

Ia menambahkan, melalui aksi unjuk rasa yang digelar secara serentak di 20 provinsi di Indonesia ini, Aliansi Mahasiswa Sumatera Selatan menyampaikan lima tuntutan.

”Lima tuntutan tersebut kami tujukan kepada pemerintah dan Komnas HAM agar diperhatikan dan dilaksanakan,” terangnya.

Lima tuntutan tersebut masing-masing mengusut tuntas korban jiwa dan hilangnya buruh PT AMNT, transparansi dana CSR, copot jajaran Direktur PT AMNT, menolak keras pembungkaman dan pembatasan buruh untuk berserikat serta penutupan PT AMNT.

Aliansi Mahasiswa Sumatera Selatan dalam hal ini akan terus memantau segala perkembangan yang terjadi di Jakarta.

“Apabila Komnas HAM tidak mengeluarkan sikap, massa mengancam akan bertolak ke Jakarta untuk menggelar aksi yang lebih besar,” tandasnya.

Sport.kalselpos.com

kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *